Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Untuk Museum Kretek ini sudah ramai sejak 20 Desember hingga saat ini. Banyak wisatawan yang datang jumlahnya bahkan selalu meningkat setiap harinya,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Museum Kretek Kabupaten Kudus, Kasman Sutiyono.

Ia menyebutkan, di hari biasa jumlah pengunjung ke museum paling hanya sekitar 100 orang saja. Hanya setelah musim liburan tiba, jumlah wisatawan yang datang bisa mencapai 400 pengunjung dalam sehari.

“Mulai dari 20 Desember hingga kemarin ada 4.000 hingga 5.000 lebih pengunjung ke museum Kretek,” jelasnya.

Apalagi, museum kretek buka setiap hari. Peningkatan jumlah wisatawan diperkirakan akan terus bertambah, mengingat musim liburan hingga awal Januari 2020 nanti. “Minggu ini kemungkinan bisa meningkat lagi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, para wisatawan yang berkunjung ke museum Kretek disuguhkan dengan sejarah panjang kretek di Indonesia. Mulai dari produksi rokok zaman dulu, perkembangan rokok di Indonesia, hingga barang-barang peninggalan tentang rokok lengkap ada di sini.

Museum yang diresmikan Gubernur Jawa Tengah Soepardjo Roestam pada 3 Oktober 1986 ini adalah satu-satunya museum rokok di Indonesia. Di atas lahan seluas 2,5 hektare itu,  Museum Kretek menyuguhkan jejak kekayaan Nusantara berupa produk rokok yang mendunia.Sementara itu, salah satu pengunjung Ferdiana mengatakan, sengaja datang ke museum kretek. Selain refresing ke museum tersebut bisa belajar tentang sejarah rokok di Kudus.“Asik bisa belajar tentang sejarah rokok dari jaman ke jaman,” tambahnya. Reporter: Dian Utoro AjiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler