Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


"Saat ini intensitas curah hujan sudah banyak. Maka masyarakat diimbau untuk membersihkan gorong-gorong," jelasnya saat ditemui di rumah makan Gasasa Kudus, Kamis (2/1/2019).

Gus Yasin sapaan akrabnya mengatakan, tahun 2019 kemarin di Jateng, khususnya di Kudus banyak terjadi banjir karena banyak aliran sungai yang tersumbat. Baik banyak sampah hingga ada pendangkalan sungai.

Selain itu, kondisi hutan di beberapa wilayah sudah mulai gundul. Hal tersebut, tentunya perlu untuk dilakukan penanaman pohon kembali supaya tidak menimbulkan musibah.

"Kemarin saat kami memantau menggunakan helikopter, pohon-pohon besar yang bisa menyerap air mulai jarang. Harus didorong penanaman pohon lagi supaya kembali hijau," ungkapnya.

Disinggung terkait dengan wilayah yang rawan banjir, ia mengaku hampir seluruh wilayah di Jawa Tengah rawan banjir. Seperti di Kudus, Pati, Grobogan, hingga di Semarang sendiri. Hal ini harus dilakukan antisipasi oleh pemerintah dan juga masyarakat."Lalu untuk longsor di Banjarnegara, statusnya siaga. Saat ini teman - teman BPBD dan relawan bencana sudah mulai gerak. Setiap hari update," ungkapnya. Reporter: Dian Utoro AjiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler