Sup Fosil, Kuliner Unik Asal Kudus yang Bikin Ketagihan
Dian Utoro Aji
Sabtu, 18 Januari 2020 13:05:23
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Pencetus warung Patiayam Diana Noorida mengatakan, sengaja menciptakan menu sup fosil. Nama fosil diangkat dari keberadaan Desa Terban yang berada di kawasan Pegunungan Patiayam identik dengan penemuan fosil purbakala jaman dulu.
"Karena juga sup terbuat tulang kaki sapi yang secara ini menyerupai fosil yang ditemukan seperti di Patiayam ini," jelasnya.
Ia mengatakan, bedanya sup fosil dengan yang ini memiliki perbedaan. Menurutnya, perbedaan pada komposisi bahannya.
Sup fosil selain terbuat dari kaki sapi, sup ini juga menu yang tradisional. Tanpa ada bumbu yang instan.
"Bumbu masih tradisional. Ambil dari pohonnya langsung. Sehingga rasanya alami," ujarnya.
Tidak hanya sup fosil, di warung yang bertemakan jadul ini juga menyediakan wedang fosil. Sesuai namanya, wedang fosil ini merupakan minuman yang melegakan tenggorokan.
" Kalau wedang fosil ini ramuan dari keluarga kami. Yang kenal dari nenek semacam penyembuh saat masuk angin. Ada rempahnya juga," ujarnya.
Untuk wedang fosil ini terbuat dari 17 rempah. Seperti kayu manis, pandan, jahe dan lainnya. Minuman ini cocok diminum saat musim penghujan saat ini.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



