Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pencetus warung Patiayam Diana Noorida mengatakan, sengaja menciptakan menu sup fosil. Nama fosil diangkat dari keberadaan Desa Terban yang berada di kawasan Pegunungan Patiayam identik dengan penemuan fosil purbakala jaman dulu.

"Karena juga sup terbuat tulang kaki sapi yang secara ini menyerupai fosil yang ditemukan seperti di Patiayam ini," jelasnya.

Ia mengatakan, bedanya sup fosil dengan yang ini memiliki perbedaan. Menurutnya, perbedaan pada komposisi bahannya.

Sup fosil selain terbuat dari kaki sapi, sup ini juga menu yang tradisional. Tanpa ada bumbu yang instan.

"Bumbu masih tradisional. Ambil dari pohonnya langsung. Sehingga rasanya alami," ujarnya.

Tidak hanya sup fosil, di warung yang bertemakan jadul ini juga menyediakan wedang fosil. Sesuai namanya, wedang fosil ini merupakan minuman yang melegakan tenggorokan.

" Kalau wedang fosil ini ramuan dari keluarga kami. Yang kenal dari nenek semacam penyembuh saat masuk angin. Ada rempahnya juga," ujarnya.

Untuk wedang fosil ini terbuat dari 17 rempah. Seperti kayu manis, pandan, jahe dan lainnya. Minuman ini cocok diminum saat musim penghujan saat ini.
Untuk wedang fosil ini terbuat dari 17 rempah. Seperti kayu manis, pandan, jahe dan lainnya. Minuman ini cocok diminum saat musim penghujan saat ini."Hangat. Bisa memberikan energi. Bisa dicoba," jelasnya.Pengunjung untuk bisa menikmati sup fosil dan wedang fosil ini merogoh uang sebesar Rp 50 ribu. "Saat ini harganya dibawah Rp 50 ribu," tandasnya.Salah satu pembeli Fifi mengaku penasaran dengan sup dan wedang fosil itu. Menurutnya namanya unik dari sup makanan yang lain."Menikmati kuliner yang ada di Patiayam ini. Ini tadi kuliner sup fosil dan wedang fosil. Fosil enak banget, berasal dari daging sapi. Rasanya empuk banget," jelasnya.Menurutnya, sup dan wedang cocok sekali dicicipi. Apalagi saat musim penghujan seperti sekarang ini. Reporter: Dian Utoro AjiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler