Forum Kalen dan STIBI Syeh Jangkung Pati Gelar Diskusi Nusantara Tenggelam
Dian Utoro Aji
Rabu, 22 Januari 2020 14:14:53
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Diskusi ini menghadirkan pemateri Dr Heri Andreas, Pakar Geodesi dan Geomatika dari Isntitut Teknologi Bandung (ITB). Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Sam’ani Intakoris juga hadir untuk membuka diskusi ini.
Dalam sambutannya, Sam’ani mengatakan, diskusi ini mengangkat konsep yang luar biasa. Apalagi, di Kudus tahun 2014 silam terjadi banjir dan tanah longsor yang terbilang besar.
"Saat itu (saya) jadi PU (Dinas Pekerjaan Umum). Akibat banjir itu macet sampai Juwana," katanya.
Tidak hanya itu, kejadian banjir bandang juga terjadi beberapa wilayah, seperti di Wonosoco Kecamatan Undaan, lalu di Grobogan hingga di Jepara.
Sam'ani pun meminta untuk mengembalikan kearifan lokal. Yakni menggunakan air belik atau air di sendang. Di mana di sekitar sendang biasanya ada pohon besar yang menjaga air.
"Dulu pohon itu dikeramatkan. Itu kerafikan lokal perlu dipupuk. Desa berhak untuk menabung air," jelasnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



