Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Diskusi ini menghadirkan pemateri Dr Heri Andreas, Pakar Geodesi dan Geomatika dari Isntitut Teknologi Bandung (ITB). Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Sam’ani Intakoris juga hadir untuk membuka diskusi ini.

Dalam sambutannya, Sam’ani mengatakan, diskusi ini mengangkat konsep yang luar biasa. Apalagi, di Kudus tahun 2014 silam terjadi banjir dan tanah longsor yang terbilang besar.

"Saat itu (saya) jadi PU (Dinas Pekerjaan Umum). Akibat banjir itu macet sampai Juwana," katanya.

Tidak hanya itu, kejadian banjir bandang juga terjadi beberapa wilayah, seperti di Wonosoco Kecamatan Undaan, lalu di Grobogan hingga di Jepara.

Sam'ani pun meminta untuk mengembalikan kearifan lokal. Yakni menggunakan air belik atau air di sendang. Di mana di sekitar sendang biasanya ada pohon besar yang menjaga air.

"Dulu pohon itu dikeramatkan. Itu kerafikan lokal perlu dipupuk. Desa berhak untuk menabung air," jelasnya.

Oleh karena itu, ia berharap dengan adanya diskusi ini nantinya akan mendapatkan masukan. Sehingga dapat melestarikan alam.Ketua Forum Kalen Joko mengatakan, Nusantara sebentar lagi terancam tenggelam. Hal ini tidak lepas karena adanya kejadian banjir di berbagai tempat."Akibat rob Semarang. Kudus - Semarang ditempuh waktu tidak masuk akal. Saya pernah menempuh butuh waktu 24 jam. Karena besok perjalanan ke Amerika. Apapapun harus ditempuh. Itu yang kami alami," ungkapnya.Sementara Ketua STIBI Edy Supratno mengatakan, diskusi ini merupakan diskusi yang unik dan menarik, karena membahas kondisi Nusantara saat ini. Reporter: Dian Utoro AjiEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler