Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari pantauan di lapangan, even menyambut Imlek itu diisi dengan berbagai atraksi. Mulai dari wusu, liong dan barongsai.

Di puncak acara, ratusan siswa antre mendapatkan angpao dan kue keranjang. Tampak para siswa antusias untuk mendapatkan angpao dan kue keranjang dari guru mereka.

Salah satu siswa kelas VIII SMP Kanisius Kudus Devina Elisabet mengaku senang sekali dengan adanya acara ini. Menurut dia, setiap tahun siswa selalu menunggu even ini.

"Senang sekali. Dapat angpao dan kue keranjang. Angpaonya buat jajan," akunya.

Heri Christanto, Wakil Kepala SMP Kanisius Kudus mengatakan, seluruh siswa SMP Kanisius sebanyak 256 siswa menjadi peserta pada kegiatan ini.

"Ini juga ada donasi orang tua, sehingga kami berbagi dengan angpao kepada anak-anak (siswa). Paling tidak bisa bermanfaat bagi mereka," katanya.

Dengan datangnya tahun baru pihaknya berharap agar sekolah tersebut semakin berkembang.
Dengan datangnya tahun baru pihaknya berharap agar sekolah tersebut semakin berkembang.Hal yang sama juga dikatakan, Kepala SMP Kanisius Kudus Anastasya Herning. Ia mengungkapkan, dengan datangnya Imlek, siswa diajak bersyukur. Apalagi zaman dulu, keturunan Tionghoa di Indonesia sulit sekali untuk merayakan Imlek."Namun setelah zaman Gus Dur bisa merayakan Imlek dengan leluasa. Kita patut untuk bersyukur," jelasnya.Ia berpesan, siswa bangga menjadi anak Indonesia. Meskipun berbeda ras, seluruh siswa ini adalah satu. Yakni satu Indonesia."Bagaimanapun Indonesia kita semua Indonesia. Harus bangga menjadi anak Indonesia," pungkasnya. Reporter: Dian Utoro AjiEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler