Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Permintaan itu disampaikan Plt Bupati Kudus HM Hartopo saat menemani kunjungan Ganjar Pranowo di posko pengungsian Balai Desa Kesambi, Jumat (21/2/2020).

Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, normalisasi Sungai Piji merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Sehingga ia meminta kepada Pemprov Jateng untuk segera melakukan normalisasi.

“Saya sampaikan kepada PUPR langsung itu memang melalui mekanisme perizinan. Dari BBWS pun harus izin. Ini kondisi harus segera dilakukan segera mungkin. Maka kami sampaikan pak Gubernur Jawa Tengah,” katanya.

Ia mengatakan, padahal Sungai Piji ini perlu untuk segera dilakukan normalisasi. Apalagi, kondisi tanggul sungai ini sudah mulai bocor. Jika dibiarkan begitu terus akan dikhawatirkan akan kembali jebol.

“Rembesan (di tanggul) ini sudah tua sekali, setiap ada air melimpas. Sudah bocor semua. Ini terkikis,” ujarnya.

Diperkirakan untuk melakukan normalisasi sungai itu dibutuhkan anggaran Rp 3 miliar. Dari Pemerintah Kabupaten Kudus pun akan berupaya untuk menganggarkan terkait hal itu.

Baca: Kunjungi Korban Banjir Kesambi Kudus, Ganjar Sebut Sampah Jadi Biang Kerok

Yakni dengan mengalihkan pos anggaran yang tidak prioritas untuk membenahi sungai ini.Sementara itu Ganjar Pranowo mengatakan, untuk melakukan normalisasi harus melibatkan semua unsur. Pihaknya juga akan memfasilitasi izin dari dari BBWS.“Izin sekarang itu tidak ada yang sulit. Kita akan fasilitasi pemda untuk mengurus hal ini,” katanya.Ganjar pun tidak hanya memikirkan untuk melakukan normalisasi sungai. Akan tetapi berpikir 5-10 tahun ke depan. Yakni dengan memperbaiki lingkungan dengan penanaman pohon.“Kita bicara 5-10 tahun ke depan. Sudah bicara lingkungan rusak.  Normalisasi saja ini tidak cukup. Di partai saya bergerak menenam,” tandasnya. Reporter: Dian Utoro AjiEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler