FASBuK Suskses Sajikan Kesusastraan Jawa Lewat Kidung Katresnan
Dian Utoro Aji
Selasa, 25 Februari 2020 06:00:55
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Pada pertunjukan itu juga ada pembacaan geguritan karya dari Bin Subiyanto, salah satu penulis senior di Kudus. Geguritan yang berjudul Katresnan dibaca oleh Desy dari salah satu personel Gubuk Seni. Kemudian pembacaan geguritan oleh Khrisna judulnya ”Bayu”. Keduanya diiringi oleh instrumen musik live dari Gubuk Seni.
Tidak kalah serunya, adalah penampilan musik dan puisi. Lagu ”Kersaning Hyang” dan ”Puisi Calon Penganten”.
Ketua Pembina FASBuK Arfin Am mengungkapkan, kesusastraan Jawa mengalami penurunan begitu pesat. Baik dari segi kepenulisannya, minat pembaca ataupun penulisnya dan ruang untuk tampil. Kebudayaan lokal seperti Karawitan memang sudah didekatkan sejak dini melalui kegiatan ekstrakulikuler di sekolah maupun kampus.
“Akan tetapi ruang untuk mendekatkan pada masyarakat atau generasi sekarang dirasa tidak cukup jika ingin nguri-uri dan mengembangkan seni karawitan, melalui pertunjukan semalam banyak penonton yang gandrung kepada seni karawitan,” ujarnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



