Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kasi Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Arin Nikmah mengatakan, ada sekitar 112 hektare tanaman padi yang terendam banjir dan akhirnya puso.
“Lahannya tersebar di lima kecamatan, mulai dari Mejobo, Kaliwungu, Jekulo, Jati, dan Undaan,” ujarnya, Rabu (4/3/2020).
Ia merinci, tanaman padi yang puso di Kecamatan Kaliwungu tercatat seluas 35 hektare. Kemudian di Kecamatan Undaan seluas 31 hektare, Kecamatan Jati 22 hektare, Kecamatan Jekulo seluas 20 hektare, dan Kecamatan Mejobo seluas 4 hektare. “Paling luas memang di Kecamatan Kaliwungu,” jelasnya.
Ditambahkan, bahwa petani yang tenamannya diikutkan dengan program asuran usaha tani padi (AUTP), maka tidak perlu khawatir. Sebab nantinya akan mendapatkan klaim ganti rugi.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



