Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kasi Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus Arin Nikmah mengatakan, ada sekitar 112 hektare tanaman padi yang terendam banjir dan akhirnya puso.

“Lahannya tersebar di lima kecamatan, mulai dari Mejobo, Kaliwungu, Jekulo, Jati, dan Undaan,” ujarnya, Rabu (4/3/2020).

Ia merinci, tanaman padi yang puso di Kecamatan Kaliwungu tercatat seluas 35 hektare. Kemudian di Kecamatan Undaan seluas 31 hektare, Kecamatan Jati 22 hektare, Kecamatan Jekulo seluas 20 hektare, dan Kecamatan Mejobo seluas 4 hektare. “Paling luas memang di Kecamatan Kaliwungu,” jelasnya.

Ditambahkan, bahwa petani yang tenamannya diikutkan dengan program asuran usaha tani padi (AUTP), maka tidak perlu khawatir. Sebab nantinya akan mendapatkan klaim ganti rugi.

Terpisah, Camat Kaliwungu Harso Widodo membenarkan bahwa di daerahnya memang ada tanaman padi yang puso akibat terendam banjir selama beberapa hari ini.Menurutnya, kualitas tanaman padi pascabanjir juga mengalami penurunan. “Para petani sudah memprediksi harganya bakal jatuh,” tandasnya. Reporter: Dian Utoro AjiEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler