Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Lebih menyedihkan lagi, dirinya tidak mendapatkan kepastian, apakah suaminya nantinya akan pulang ke rumah lagi atau tidak. Sebab, sudah setahun ini, dirinya hanya mendapatkan informasi yang kurang jelas mengenai suaminya.

Masriyatun menceritakan, terkait dengan suaminya. Pada November 2015 lalu, dirinya bersama dengan suaminya berangkan menjalankan ibadah umrah melalui biro jasa perjalanan yaitu PT Anamira. Ketika berada di Mekah, pemondokan antara laki-laki dan perempuan dipisah.

Baru sehari di sana, suaminya hilang. Dari keterangan teman sekamarnya di pemondokan, suaminya dibawa orang tak dikenal dengan ciri fisik berkulit hitam. Sayangnya, tanpa pikir panjang Sarman mau diajak orang tersebut.

“Suami saya itu sudah pikun. Bahkan, Bapak juga kerap bingung karena lupa jalan pulang. Entak kenapa kok Bapak mau diajak orang itu. Pihak travel, ketika Bapak hilang selama dua jam itu, juga langsung mencarinya, tapi tak ketemu,” ujarnya.
Setelah dicari ke sana kemari, akhirnya Askar (polisi Arab Saudi) menemukannya sedang bersama dengan seorang pria Yaman di dalam toilet. Kemudian, Sarman dibawa ke kantor Askar untuk menjalani pemeriksaan. Askar lalu menuduh Sarman berbuat asusila dengan orang Yaman, didasarkan bukti rekaman CCTV.Dalam rekaman tersebut, Sarman terlihat masuk ke dalam toilet bersama pria Yaman itu. Sarman cukup lama berada di toilet, sekitar satu jam. Terkait kasus ini, Sarman juga divonis pengadilan Arab Saudi dengan hukuman 80 kali cambuk dan 6 bulan penjara.Hal ini tentunya sangat mengejutkan pihak keluarga. “Kami tidak tahu apa yang terjadi dan bagaimana. Kami juga tidak tahu, bagaimana nasib Bapak sampai sekarang ini. Terkahir kami dikabari pihak biro jasa Anamira pada Agustus lalu, dan katanya Bapak akan pulang Agustus lalu. Tetapi, sampai sekarang juga belum ada pulang,” ungkapnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler