Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Upaya khusus tersebut dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mengejar swasembada sapi yang ditargetkan Presiden Joko Widodo tercapai pada 2026. Selain itu, peningkatan populasi sapi ditujukan untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri dalam pemenuhan pangan asal hewan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.

Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menegaskan siap untuk mendukung program swasembada daging tersebut. Apalagi, Rembang menduduki peringkat empat besar populasi ternak sapi se-Jawa Tengah. Pemda Rembang, menargetkan, pada 2017 nanti ada 60 ribu indukan bunting.

Bupati Rembang Abdul Hafidz menyampaikan, pemda sangat mendukung upaya pemerintah untuk swasembada daging. “Sebab, program init akan meningkatkan kesejahteraan petani ternak di Indonesia termasuk Rembang,” ujarnya, saat menghadiri kegiatan pesta patok dan panen pedet (anak sapi) hasil Inseminasi Buatan (IB) dan pencanangan Upsus Siwab di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Sarang, Selasa (15/11/2016).

Dirinya mencontohkan, seperti peternak sapi di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Sarang yang memiliki populasi sapi mencapai 1.050 ekor, yang dinilai merupakan aset. Dan hal itu, menurutnya harus dikelola dengan baik dengan cara menjaga kesehatan dan pertumbuhan sapi serta dibudidayakan dengan baik melalui inseminasi buatan, agar cepat untuk tumbuh kembang.
Sementara itu, terkait sarana dan prasarana inseminator, pemkab tetap  memperhatikan dengan melalui proses yang harus disepakati bersama. Karena meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peternakan juga menjadi komitmen pemerintah.Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dintanhut) Rembang Suratmin menambahkan, mulai saat ini Pemda Rembang berupaya mensukseskan program Upsus Siwab. Sebagai langkah awal, pihaknya akan melakukan cek kesehatan reproduksi kepada hewan ternak."Untuk tahapan awal menuju indukan wajib bunting,kita lakukan pemeriksaan kesehatan reproduksinya. Jika reproduksinya terganggu kita obati lebih dulu. Setelah itu kita kawinkan melalui inseminasi buatan," terangnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler