Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


"Sulitnya merekrut peserta mandiri, lantaran warga masih memiliki cara pandang yang kurang tepat. Yakni, jika mendaftar BPJS Kesehatan itu justru dianggap sebagai hal yang mendahului kuasa Tuhan. Sebagian dari warga menilai jika itu kurang baik, karena belum sakit kok sudah daftar atau nabung untuk hal-hal yang sakit,” ujarnya.

Ia katakan, dari 620 penduduk Rembang, hingga saat ini yang sudah mendaftar dan ikut BPJS Kesehatan mandiri jumlahnya ada sekitar 12 ribu orang. Jumlah tersebut, katanya, paling banyak pada kelas III yang iuran per bulannya sebesar Rp. 25. 500. Sedangkan untuk BPJS Kesehatan kelas II dengan premi sebesar Rp 51 ribu dan kelas I, Rp 80  ribu, jumlahnya masih relatif sedikit.
Meski demikian, menurutnya, untuk jumlah tersebut, diklaim mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya, walaupun jumlahnya tidak siginifikan. Bahkan katanya, sejak pengenalan BPJS Kesehatan 2014 lalu hingga sekarang, pihaknya masih banyak pengeluaran dibanding pemasukan.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler