Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Menurut perhitungan dari Dinas Pendidikan, di wilayah kita ini masih kekurangan guru, khususnya yang berstatus PNS. Ada yang di sekolah itu, yang guru PNS-nya cuma hanya ada dua, tiga dan bahkan satu. Itupun kepala sekolah,” ujar Hafidz saat Pelantikan Kepala Sekolah di Rembang, Jumat (18/11/2016).

Namun demikian, hal itu berbanding terbalik dengan perhitungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), yang menyebutkan, jika di Rembang justru sudah kelebihan jumlah guru.

“Kalau menurut Kemendikbud, guru di Rembang ini sudah berlebih. Rasio yang digunakan, mengacu ke pendekatan jumlah murid (bukan geografis). Rasio guru dengan murid menurut standar Asia, adalah 1 banding 30. Artinya satu guru mengampu 30 murid. Sementara di daerah ini, rasionya 1 banding 15, sehingga berlebih,” ungkapya.

Terkait hal itu, pihaknya bakal mendistribusikan guru secara lebih maksimal lagi, sehingga tidak menumpuk di kota saja. Katanya, selama ini banyak yang enggan untuk ditempatkan di desa dan ngotot untuk ditempatkan di kota.“Bahkan saking inginnya pindah dari pelosok ke kota, ada guru yang mencoba memuluskannya dengan mendekati Bupati, Wakil Bupati, DPRD, bahkan BKD. Mestinya tidak tidak seperti itu, mau ditaruh dimanapun harus siap. Ini, baru ditaruh di Kecamatan Sumber bingung, ditaruh di Bulu ngomel, di Sarang juga ngomel. Itu tidak pantas dilakukan pejabat,” imbuhnya.Sementara itu, Nursidi, Wakil Kepala SMP Negeri 1 Lasem yang kini dilantik untuk menjabat Kepala SMP Negeri 2 Sedan menyatakan siap ditempatkan dimana pun, meski di daerah pelosok.“Waktu bertugas di SMP Negeri 1 Lasem, jarak rumah saya ke sekolah hanya 200 meter. Sekarang akan menjadi 28 kilometer. Nggak masalah. Saya akan tunaikan tugas sebaik mungkin,” pungkasnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler