Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Situasi unjuk rasa yang bermula damai, tiba-tiba berubah menjadi tidak kondusif. Massa yang coba merangsek, kemudian menyerang petugas kepolisian. Bentrok antara massa pendemo dan aparat pun tak bisa terhindarkan.

Untuk membubarkan massa, polisi juga menyemprotkan gas air mata. Bahkan, akibat bentrok tersebut, ada beberapa pendemo dan aparat yang harus ditandu untuk mendapatkan perawatan, karena mengalami luka.

Namun, ini adalah hanya sebuah simulasi yang dilakukan Polres Rembang dalam rangka pengamanan pelaksanaan pemilihan kepala desa yang bakal berlangsung pada 30 November mendatang. “Ini dalam rangka latihan untuk menyiapkan personel dalam menghadapi pelaksanaan pilkades,” ujar Kapolres Rembang AKBP Sugiarto usai Apel Sispam Pilkades di Lapangan Rumbut Malang Rembang, Selasa (22/11/2016).Dalam latihan tersebut, pihaknya menerjunkan 2/3 dari kekuatan Polres Rembang, atau sekitar 400 personel. Dengan latihan itu, diharapkan, personel lebih siap dan sigap melakukan pengamanan pelaksanaan pilkades nanti. Pada simulasi tersebut, juga dilakukan pengamanan mulai di tempat pemungutan suara (TPS), penghitungan suara hingga usai pelaksanaan pilkades.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler