Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dengan dihentikannya impor, menurutnya hal itu merupakan potensi petani jagung dalam negeri untuk menguasai pasar. Hal itu dikatakan Hafidz saat panen raya jagung hibrida di Desa Bulu, Kecamatan Bulu kemarin.

Menurutnya, jika kualitas jagung dari petani bisa memenuhi standar yang diinginkan Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT), jagung bisa dibeli dengan harga tinggi. Ia mencontohkan, jagung dengan kadar air 17 bisa dihargai Rp 4.100 perkilogram. Angka itu cukup menjanjikan untuk petani.

"Saya ingin setelah ini langsung menjalin kerja sama dengan GPMT. Agar petani tidak usah menjual ke mana-mana, langsung masuk ke GPMT dengan harga yang disepakati," katanya.

Hafidz menyebut, luas lahan jagung di Rembang saat ini  mencapai 38.500 hektare. Jika satu hektarr bisa memanen 4,5 ton, maka total keseluruhan lahan tersebut bisa menghasilkan 171 ribu ton jagung.
"Jika per hektare Rp 2.400 saja perkilonya, maka bisa untung Rp17 jutaan, maka jika harga Rp 4.100/kilogram, dengan kadar air 17 maka keuntungan yang dapat dirasakan petani lebih besar lagi. Itupun masih menggunakan sistem pengolahan manual, keuntungan bakal bertambah lagi jika pengolahan sudah menggunakan peralatan modern seperti hand traktor dan alat pemipil," ujarnya.Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan  (Dintanhut)  Rembang Suratmin bakal menindaklanjuti yang diinstruksikan bupati. Menurut dia, kemitraan dengan produsen memang akan meningkatkan kesejahteraan petani jagung.“Sebab selama ini mereka menjual kepada pengepul yang ada di wilayah Kragan, Sarang dan di Sulang juga ada. Kalau kita langsung dengan gabungan produsen makanan ini kita bisa langsung mengetahui perkembangan harga, dan mereka juga menyambut baik rencana itu," pungkasnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News