Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dirinya mengatakan, mentimun selain memiliki prospek yang menguntungkan juga dalam hal merawat dan membudidayakan tanaman mentimun ini terbilang mudah dan gampang. “Asal air tersedia dan lanjarannya ada, maka kita dapat memulai untuk membudidayakan tanaman mentimun ini,” terangnya.

Menurutnya, untuk membudidayakan tanaman mentimun, Pertama adalah melakukan pengolahan tanah terlebih dahulu, dengan membuat gunungan kecil memanjang. Setelah selesai baru kita mengulur/ menanam benih mentimun di gulutan tersebut dengan jarak tanam lebih kurang 0,5 meter  dan kemudian ditaburi pupuk organik serta dikasih pupuk kimia secukupnya. Namun, dirinya menyarakan agar lebih baik diperbanyak pupuk organik, supaya tanah tetap subur.

"Sebelumnya saya  beranggapan bahwa menanam mentimun itu banyak  kendalanya. Di antaranya yakni kesulitan menjual hasil panen dan  juga  mudah terserang penyakit. Namun setelah saya coba, ternyata menanam buah mentimun bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Untuk bisa panen juga tidak membutuhkan waktu lama, kurang dari dua bulan,” ujarnya.
Menurutnya, untuk lahan seluas 4.000 meter yang ia tanami mentimun, dirinya bisa menghasilkan sebanyak 17 ton. Dari pegepul, biasanya mengambil dengan harga kisaran Rp 2.500 per kilogramnya. Sehingga, dari luasan 4.000 meter tersebut, dirinya bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp 10 juta hingga Rp 12 juta.“Harga mentimun di pasaran saat ini mencapai Rp 4 ribu per kilogram, sedangkan pedagang mengambil di petani Rp 2.500 – Rp 3.000 per kilogram. Tentunya harga ini sudah bagus dan menguntungkan petani timun,” pungkasnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler