Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Munadi (34) salah seorang pedagang di Pasar Rembang mengungkapkan, selain karena hujan deras, banjir yang menggenangi pasar  juga disebabkan buruknya drainase di lokasi pasar. Sehingga, air meluber hingga ke area kios.

"Biasanya kalau hujan tidak sampi terjadi banjir seperti ini. Baru kali ini, pasar ini kebanjiran seperti sekarang, yang airnya hingga setinggi sekitar 10 senti meter. Karena banjir ini, juga menyebabkan aktivitas jual beli di pasar terhambat,” ujarnya.

Sementara itu,Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Rembang Bambang Gunadi menyebut banjir di pasar kota akibat hujan lebat yang bersamaan dengan puncak aktivitas jual beli di antara para pedagang.

“Banjir terjadi di beberapa los seperti Los Anggrek dan los ikan. Penyebabnya, hujan lebat yang terjadi barengan dengan puncak aktivitas pasar, dan sampah-sampah yang memenuhi selokan menghambat aliran air,” katanya.Mengenai penataan sistem drainase pasar yang dianggap buruk oleh sebagian pedagang dan pembeli, Bambang mengaku akan mengusulkan anggaran perbaikan melalui APBD 2017.“Tahun 2017 akan kita anggarkan untuk penataan saluran air, setelah penataan pasar. Sementara saat ini, penanganannya hanya meningkatkan kebersihan agar sampah tidak menyumbati saluran air,” katanya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler