Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sutrisno Aprilianto yang beralamat di Kelurahan Leteh RT 1 RW 3, Kecamatan Rembang ini hidup bersama ibu dan kedua kakaknya di sebuah rumah yang sederhana. Bapaknya, Taslim sudah meninggal beberapa tahun lalu.

Hidup dalam kondisi yang pas-pasan, tak membuat bocah yang kini duduk di bangku kelas V SD tersebut harus patah semangat. Demi mengejar cita-citanya untuk menjadi polisi, kini ia rela banting tulang untuk bisa mewujudkan cita-citanya tersebut.

Usai pulang sekolah, Aprilianto lantas menyusun gorengan dan bubur ke dalam kerangjang. Yang kemudian, keranjang berisi gorengan dan bubur itu ditaruh diatas sepeda kecil miliknya, dan selanjutnya dibawa keliling untuk dijual.

Untuk berjualan, Aprilianto bisa mengayuh sepedanya hingga belasan kilometer. Dirinya berkeliling dari kantor kantor untuk menawarkan jajanannya. “Biasanya saya jualan ke perkantoran, dinas, dan tak jarang juga ke kantor polisi. Karena, kalau siang kan, biasanya mereka butuh camilan,” ujarnya.

Untuk bisa menghabiskan dagangannya, dirinya bisa berjualan hingga petang. Namun, hal itu tak membuatnya putus asa dan lantas menyerah. Meskipun, tak bisa berkumpul dengan teman-teman sebayanya untuk bermain, namun hal itu tak lantas membuat dirinya harus menghentikan untuk berjualan.
“Saya ingin cita-cita saya untuk menjadi polisi bisa terwujud. Makanya saya juga bekerja keras untuk bisa mengumpulkan uang untuk ditabung, agar nantinya terkumpul, dan bisa untuk melanjutkan sekolah hingga ke jenjang yang tinggi dan bisa jadi polisi,” katanya.Berjualan gorengan keliling, katanya, sudah dilakoninya sejak empat tahun terakhir ini. Itupun, karena kehendak dirinya sendiri yang ingin membantu keluarga dan juga ingin mewujudkan cita-citanya. Gorengan yang dijualnya tersebut, biasanya dia ambil dari Budhenya.Hasil berjualan gorengan itu, nantinya, katanya keuntungannya dibagi dua. “Dari hasil berjualan ini, biasanya saya bisa dapat keuntungan bersih Rp 15 ribu atau lebih. Uang ini kemudian saya tabung. Meski sedikit, tapi saya sudah senang bisa memiliki tabungan,” katanya.Dirinya berharap, apa-apa yang dicita-citakannya bisa terwujud untuk menjadi seorang polisi. Untuk itu, dirinya terus bersemangat untuk mengejar cita-citanya tersebut, meski berasal dari keluarga yang pas-pasan.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler