Soal Insiden Tewasnya 2 Bocah di JOP, BPBD: Pasti Ada Salah Satu Faktor yang Diabaikan Pihak JOP
Edy Sutriyono
Senin, 2 Januari 2017 15:10:47
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Dua korban itu atas nama Naila Khansa Aqila Dahabiyah (6), dan Zulfa Fitria Maharani (7). Kedua korban tersebut adalah warga Desa Jetis Wetan, RT 12/RW 05, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten.
Menyikapi insiden tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara menyebut, jika ada salah satu faktor keamanan yang diabaikan oleh pihak JOP.
"Apapun bentuknya permainan atau wahananya dan SDM-nya harus bersertifikasi. Selain itu, setiap wahana juga perlu diuji. Pun demikian, soal keamanan juga harus memenuhi tiga unsur, yakni fasilitas, SDM dan manajemen.Pastinya dari pihak manajemen ada yang mengabaikan salah satu dari ke tiga poin tersebut, sehingga bisa ada kejadian seperti itu,” Kepala BPBD Jepara Lulus Suprayitno kepada MuriaNewsCom, Senin (2/2/2016).
Selain itu, ia juga menyarankan agar petugas di tempat tersebut untuk aktif menanyakan kepada pengunjung yang hendak berenang, apakah bisa berenang atau tidak.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



