Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Lulus Suprayetno menjelaskan kronologi terjadinya peristiwa tersebut. Awalnya, Suyit bersama anaknya, Agus Sutiyo (25) dan dua orang kerabatnya bertapa untuk mencari ketenangan di Gunung Genuk. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, keempatnya berangkat pada Selasa (3/1/2017) siang sekitar pukul 13.00 WIB.

“Korban diketahui meninggal pada pukul 24.00 WIB. Saat itu, posisinya tengah duduk bersila dan bersandar pada Agus yang duduk di dekat korban, ketika saat melakukan ritual,” kata Lulus, Rabu (4/1/2017).

Saat mengetahui bapaknya meninggal dunia, Agus langsung turun gunung dan meminta bantuan warga. Warga melaporkan peristiwa ini kepada pihak desa setempat. "Selanjutnya informasi diteruskan ke kecamatan dan Polsek Donorojo. Hingga akhirnya pada Rabu sekitar pukul 10.00 WIB, Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi terhadap jasad Suyit. Jasad korban berhasil dibawa turun pada Rabu (4/1/2017) siang pukul 12.30 WIB," paparnya.
Jasad korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Donorojo untuk dilakukan visum."Dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis dr. Risyanto dan dr. Angky, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," ungkapnya.Dia melanjutkan, dari keterangan pihak keluarga, korban memang memiliki  riwayat sakit jantung dan sesak nafas. "Ada kemungkinan korban kecapekan setelah mendaki gunung. Setelah visum dilakukan, korban lalu dipulangkan ke rumah duka di Desa Bandengan untuk disemayamkan,” pungkasnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler