Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Jasad pertama kali ditemukan Abdul Aziz (44) warga Jambu RT 44 RW 6, Kecamatan Mlonggo, Jepara, saat dirinya mancing di perairan Laut Bondo. Berjarak sekitar 2 mil dari daratan, tanpa sengaja, ia melihat sesosok mayat yang mengapung dengan posisi tengkurap.

Melihat hal itu, kemudian, dirinya mengarahkan perahunya ke posisi mayat yang mengapung tersebut. Dirinya juga mencoba mengangkat mayat tersebut, namun, hal itu tidak bisa dilakukannya. Sebab, di tubuh mayat tersebut ternyata ada karung berisi pasir yang terikat dengan kawat di jasad tersebut.

Setelah beberapa kali mencoba namun tak berhasil, akhirnya, ada nelayan yang kebetulan melintas di tempat tersebut. Akhirnya, nelayan bernama Sutisi (50) warga Jambu RT 5/RW 6, Mlonggo, dimintai tolong untuk mengangkat mayat tersebut ke perahu, yang kemudian dibawa ke TPI Ngalak Jambu, Mlonggo.Setelah itu, mayat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kartini untuk diidentifikasi.  Kapolsek Mlonggo AKP Maryono mengatakan, ciri-ciri mayat mengenakan celana pendek warna abu-abu dan tidak memakai baju. "Selain itu, di bagian depan celana terdapat karung yang berisi pasir yang diikat dengan kawat. Mayat sudah membusuk dan wajahnya sulit dikenali. Kami memperkirakan yang bersangkutan sudah meninggal sejak empat hingga lima hari lalu. Dan kini masih proses identifikasi," katanya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler