Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Masruhan menceritakan, bahwa tempat atau rumah pembuatan mebel roboh seketika saat terkena angin kencang yang disertai hujan. Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak korban jiwa. Namun kerugian material yang dialaminya mencapai lebih Rp 30 juta lebih.

"Untungnya saat kejadian itu tak ada korban. Sebab pada waktu itu saya berada di rumah tetangga untuk bertahlilan orang meninggal dunia. Padahal sebelum kejadian itu rumah atau tempat pembuatan mebel ini sering ditempati warga untuk berkumpul atau bekerja," ungkapnya.

Selain merbohkan rumah atau tempat pembuatan mebel yang berukuran 10x10 meter tersebut, kejadian itu juga merusak sebuah kendaraan roda 2 Kawasaki Kaze R yang tertimpa reruntuhan puing-puing tersebut.

Sementara itu, Petinggi Tegalsambi Agus Santoso mengatakan, untuk saat ini pihak desa sudah memberikan tali asih sebesar Rp 1 juta. "Kita sudah menganggarkan bagi warga yang tertimpa musibah. Dan itupun melihat terlebih dahulu kondisi kerugiannya. Kalau seprrti ini kita berikan Rp 1 juta. Namun untuk kebakaran hingga ludes sebesar Rp 2.5 juta," tuturnya.Sementara itu saat ditanya mengenai anggaran untuk korban bencana, ia memaparkan bahwa selama 2 tahun terahir pemerintah setempat sudah mengeluarkan sebanyak Rp 5 juta rupiah per tahun untuk setiap tahunnya yang disumbangkan kepada masyarakat."Kalau mengingat pengalaman 2 tahun lalu, kita setiap tahun menganggarkan Rp 5 juta per tahun untuk korban bencana. Akan tetapi, kita juga berharap supaya bencana alam ini bisa diminimalkan. Sebab kita mengangarkan biaya untuk korban bencana alam juga tak serta merta untuk menginginkan bencana di desa ini," pungkasnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler