Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Desa Damarwulan Abdullah Salam mengatakan, dalam waktu dekat, pihaknya bakal menggalakkan kembali penghijauan di wilayahnya. Hal itu, sebagai langkah agar ke depan tidak terjadi lagi longsor di wilayahnya.

“Longsor ini sudah yang kedua kalinya di daerah kami. Yang pertama itu sekitar dua tahun lalu, dan yang kedua yakni pada Rabu kemarin. Kita berharap tak ada lagi longsor susulan yang terjadi,” ungkapnya.

Ia katakan, untuk upaya penghijauan nanti, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Jepara. Kemudian, pihaknya juga mengajak Pemdes Tempur, yang kemarin warganya terkena imbas dari tanah longsor, untuk bersama-sama menggalakkan penghijauan.
Ia menilai, terjadinya longsor tersebut lantaran hujan deras di wilayah Keling pada Rabu (25/1/2017). Sehingga dapat menggerakan tanah dan menyebabkan longsor. "Tanah ini memang campur dengan babatuan. Dan tanah ini juga agak sediikit mengandung pasir. Sehingga saat terkena guyuran hujan lebat, maka akan bisa bergerak dengan cepat dan longsor," ucapnya.TTerpisah, warga Damarwulan Suratmin (38) mengatakan, dengan adanya kondisi semacam ini, pihaknya beserta warga lainnya sempat berjaga-jaga sambil memantau kondisi longsoran. "Tadi malam saja kita beserta warga lainnya RT 9 RW 4 masih memantau kondisi. Kita keliling di area longsoran ini. Sebab tanah longsor ini memang sulit untuk diprediksi. Apakah itu akan berhenti, atau memang bisa terjadi longsor susulan. Sebab, kondisi tanah ini juga masih basah, dan bercampur element pasir. Sehingga itu butuh kewaspadaan," pungkasnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler