Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Yusron (52) warga Desa Ngabul RT 9 RW 2 Tahunan mengatakan, luban di jalan tersebut awalnya kecil, namun semakin lama semakin lebar dan dalam. Karena dengan intensitas hujan yang tinggi dan banyaknya kendaraan truk atau bus yang lewat, membuat lubang di jalan tersebut semakin lebar.

“Itu memang sengaja dikasih ban, karena kalau dibiarkan berbahaya. Sebelum dikasih ban, pernah ada pengguna jalan yang jatuh karena terperosok ke lubang,” ungkapnya.

Dirinya berhaap, pihak terkait segera melakukan penanganan, agar tidak membahayakan penggunaan jalan. Jika terus dibiarkan, dikhawatirkan bisa menimbulkan korban, apalagi jalan tersebut merupakan jalur utama Jepara-Kudus.
Sementara itu, Mushadi, seorang pengguna jalan dari Desa Langon, Jepara, mengatakan, kondisi tersebut membahayakan pengendara, apalagi pengendara roda dua. "Terkadang, pengendara roda dua ini kan melaju di belakang truk ataupun bus, dan itu sangat berbahaya ketika tiba-tiba ada lubang. Karena, jika kurang waspada pengendara bisa terperosok ke lubang dan jatuh,” katanya.Dia menambahkan, dengan kondisi semacam ini, pihak terkait harus segera melakukan penanganan. "Terlebih, di saat musim hujan ini akan bisa lebih membahayakan lagi, karena kondisi jalan kan licin dan lubang tersebut berada di area jalan menurun,” pungkasnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler