Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kreasi-kreasi yang ditampilkan para model tersebut, terbilang tidak biasa. Bahkan unik dan keren. Masing-masing memang berupaya menampilkan kreasi yang berbeda dari yang lainnya.

Misalnya saja peserta dari SMK 2 Jepara, Azumi Habsy Salsabila Rahma, (16). Dia mengatakan, dirinya memang mempersiapkan tema tersendiri untuk ikut dalam even ini.

”Tema kostum saya adalah batik Troso. Dan ini sudah saya persiapkan sejak sepekan yang lalu. Memang saya ingin menampilkan kekayaan daerah saya sendiri, yakni kain dari Troso,” tuturnya.

Dirinya mengatakan, sudah beberapa kali mengikuti Jepara Carnival. Dan tahun ini, dia lebih terpacu untuk mempersembahkan tampilan yang berbeda. ”Saya memang persiapannya matang, karena diikuti peserta-peserta lain dari Jawa Tengah. Sehingga lebih memotivasi saya untuk menampilkan yang terbaik,” jelasnya.

Dari informasi yang ada, selain peserta dari Jepara, acara ini juga diikuti peserta dari wilayah lain. Seperti Kudus, Demak, Pati, Grobogan, Blora, Salatiga, Semarang, Rembang, dan lainnya.Terkait penyelenggaraan acara sendiri, Azumi mengatakan jika dirinya hanya menyayangkan kondisi panggung yang tidak rata. Sehingga saat jalan di atas panggung, rata-rata membuat peserta agak kesulitan.”Panggungnya tidak rata. Karpet merahnya juga tak diisolasi. Sehingga di saat ada tiupan angin, karpetnya nyelingkap (terbuka, red). Ya, meskipun tidak terbuka lebar, namun hanya terbuka kecil dan kembali tertutup lagi, tapi cukup mengganggu,” paparnya.Sementara itu, pesera lainnya yang bernama Isabela dari SMA 1 Jepara, mengaku bahwa ia baru kali pertama mengikuti acara fashion semacam ini. ”Berhubung saya baru kali pertama, maka saya persiapannya ya jalan, lenggak lenggok, dan lainnya. Selain itu, untuk kostum dipersiapkan oleh pihak sekolah. Yang penting bisa tampil,” imbuhnya.Editor: Merie

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News