Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Apalagi, pada even yang sudah tiga kali terselenggara itu, juga diikuti peserta dari berbagai kota di Jawa Tengah. Sehingga, kebudayaan-kebudayaan lain, bisa tereksplorasi di even ini.

Ketua Panitia Jepara Carnival 2017 Hadi Priyanto mengatakan, even ini merupakan acara tahunan yang digelar pemerintah kabupaten (pemkab), untuk memperlihatkan keunggulan budaya di Kota Jepara.

”Untuk tahun 2017 ini, kita melebarkan pesertanya. Yakni se Jawa Tengah. Sebab di tahun sebelumnya hanya peserta terbatas dan khusus untuk Jepara saja,” katanya.

Selain peserta dari Jepara, acara ini juga diikuti wilayah lain. Seperti dari Kudus, Demak, Pati, Grobogan, Blora, Salatiga, Semarang, Rembang, dan lainnya.

”Untuk kali ini temanya masih umum. Sehingga peserta yang berasal dari luar kota, bisa membawakan tema kota masing-masing. Seperti halnya batik Blora, batik Kudus, batik Lasem, dan sebagainya. Termasuk menampilkan fashion dari limbah, barang bekas, dan banyak lagi,” ungkapnya.Hadi mengatakan, acara ini tentunya bisa mendongkrak budaya yang ada di Jepara. Seperti halnya batik Jepara, kain Troso, seni ukir, wisata alam, dan sejenisnya. Sehingga kota ini nantinya bisa terangkat budayanya.Terkait dengan sistem penilaiannya, Hadi mengaku bahwa pihak panitia menghadirkan beberapa dewan juri yang sudah paham akan fashion. ”Kita juga menghadirkan dewan juri yang paham betul akan fashion. Selain itu, untuk sistem penilaiannya dilihat dari kreativitas, desain, kesesuaian bahan, tema, dan performance,” jelasnya.Dia menambahkan, even ini diharapkan bisa membangkitkan gairah pengrajin kain Troso, ukir, wisata Jepara, dan sebagainya. ”Sebab kita juga ingin Jepara maju melalui wisata budayanya, wisata alam, dan lainnya,” imbuhnya.Editor: Merie

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler