Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Lulus Suprayitno melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Pujo Prasetyo mengatakan, Sugiyanto ditemukan oleh seorang nelayan bernama Ponco, warga Dukuh Beringin, Desa Bumiharjo, Kecamatan Keling. Korban ditemukan Kamis (16/2/2017) malam sekitar pukul 23.30 WIB.

“Korban ditemukan seorang nelayan yang sedang melaut. Kini, kami dari pihak BPBD Jepara juga telah menerjunkan puluhan personel dibantu relawan untuk melakukan pencarian. Sebab, masih ada satu lagi korban yang belum ditemukan,” katanya.

Untuk diketahui, peristiwa kecelakaan laut menimpa perahu yang ditumpangi tida nelayan di Perairan Bondo pada Kamis sore kemarin. Ketika itu, perahu yang ditumpangi tiga nelayan atas nama Istiyono warga Tengguli, Bangsri, Sugiyanto dan Jumanto, pecah karena diterjang ombak.

https://www.murianews.com/2017/02/16/108194/perahu-yang-ditumpangi-3-nelayan-pecah-diterjang-ombak-di-perairan-jepara-begini-nasibnya.htmlSatu nelayan bernama Istiyono berhasil menyelamatkan diri dengan cara berenang menuju arah PLTU dan memanjat jeti melalui tangga dolpin bagian timur. Namun kedua nelayan lainya atas nama Sugiyanto dan Jumanto tidak bisa menyelamatkan diri. Sugiyanto ditemukan tadi malam sekitar pukul 23.30 WIB sudah dalam keadaan tidak bernyawa."Untuk pencarian satu korban yang masih belum ditemukan, kita saat ini masih menyisir daerah Kembang atau area PLTU. Selain itu juga akan menuju ke Bangsri, Keling dan lainnya. Tentunya akan selalu mengikuti arus atau angin," pungkasnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler