Warga Berharap Limbah yang Bersumber dari Air Resapan Sampah di Landoh Rembang Segera Ditangani
Edy Sutriyono
Senin, 27 Februari 2017 20:19:44
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Dari informasi yang dihimpung di lapangan, sumur yang tercemar ini berada di sebelah barat TPA. Jaraknya tidak terlalu jauh dari permukiman warga. Sementara itu, dari enam sumur, hanya dua yang masih dimanfaatkan. Di situ, ada sekitar 40 kepala keluarga (KK) yang terpaksa menggunakan air sumur yang tercemar limbah. Selain karena minim sumber air, pilihan itu dianggap lebih enak daripada membeli. Namun air sumur itu hanya untuk mandi dan cuci.
Yono (47) salah satu warga Landoh menyatakan, sumur-sumur di dekat TPA menebar bau busuk. Air sumur juga berubah warna menjadi kecokelatan dan tampak berminyak. “Kalau bisa, sistem pengelolaan sampahnya diperbaiki. Kalau hujan baunya masuk desa, warna air sumur juga berubah seperti air teh dan bau nggak enak. Tapi kalau musim kemarau airnya juga busuk. Namun bau itu tidak terlalu menyengat," paparnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



