Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari informasi yang dihimpung di lapangan, sumur yang tercemar ini berada di sebelah barat TPA. Jaraknya tidak terlalu jauh dari permukiman warga. Sementara itu, dari enam sumur, hanya dua yang masih dimanfaatkan. Di situ, ada sekitar 40 kepala keluarga (KK) yang terpaksa menggunakan air sumur yang tercemar limbah. Selain karena minim sumber air, pilihan itu dianggap lebih enak daripada membeli. Namun air sumur itu hanya untuk mandi dan cuci.

Yono (47) salah satu warga Landoh menyatakan, sumur-sumur di dekat TPA menebar bau busuk. Air sumur juga berubah warna menjadi kecokelatan dan tampak berminyak. “Kalau bisa, sistem pengelolaan sampahnya diperbaiki. Kalau hujan baunya masuk desa, warna air sumur juga berubah seperti air teh dan bau nggak enak. Tapi kalau musim kemarau airnya juga busuk. Namun bau itu tidak terlalu menyengat," paparnya.

Dia menambahkan, saat ini warga masih pasrah dan menunggu penanganan pihak terkait."Bila  diperbaiki ya tentunya kami berterimakasih. Sebab, airnya hanya kami gunakan untuk mencuci dan mandi saat ini. Terpaksa, karena tidak ada sumber air alternatif selain sumur ini, daripada beli,” pungkasnya.Baca juga : Dapat Komplain dari Warga, Penampungan Air Resapan Sampah di TPA Sulang Akan DikurasEditor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler