Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


"Terlebih saat ini banyak sekali berbagai gempuran budaya dari luar dan pengaruh gaya hidup yang modern. Tentunya, ini sedikit demi sedikit akan mengikis budaya Jawa,” kata Bayu.

Wabup juga berharap, warga Rembang berbagai kalangan bisa ikut bergabung dengan organisasi yang mempertahankan budaya lokal tersebut. "Siapapun juga boleh bergabung ke Permadani. Baik yang berusia tua maupun muda.  Yang terpenting ialah harus mengikuti pawiyatan dulu. Sehingga nantinya bisa paham betul dengan budaya Jawa,"ungkapnya.

Dia menambahkan, Pemkab Rembang akan selalu mendukung dengan adanya pemberdayaan SDM, khususnya usia remaja, untuk bisa berperan serta membentengi budaya asing yang bisa mengikis budaya Jawa.

Baca juga : Permadani Bakal Blusukan ke Sekolah untuk Jaring AnggotaSementara itu, Sekretaris Permadani Rembang Purwono mengatakan, saat ini anggota Permadani masih didominasi orang tua. Sementara, untuk yang usia muda masih hanya kisaran 20 persen saja.“Untuk itu, perlu adanya terobosan yang harus kita lakukan. Ke depan, kita rencananya akan masuk ke sekolah-sekolah, seperti halnya SMA dan SMK untuk merekrut anggota. Tentunya, tujuan kita agar semakin banyak generasi muda yang paham tentang bahasa dan budaya Jawa,” ujarnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler