Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Camat Lasem Harjono mengatakan, sebelum dilakukan penutupan, saat ini pihaknya sudah melakukan pendekatan secara kekeluargaan dan agamis terhadap pekerja seks komersial (PSK) maupun mucikari, serta masyarakat. Sehingga, nantinya ketika penutupan diefektifkan tidak ada lagi komplain dan permasalahan yang timbul dari masyarakat.

Menurutnya, tercatat, setidaknya ada 53 pekerja seks komersial yang terdapat di tempat tersebut. Namun kini, katanya, mereka sudah mulai berangsur pulang ke kabupaten asal, di antaranya Blora, Jepara dan Grobogan.

Selain PSK, katanya, juga tercatat ada sebanyak 14 mucikari yang biasa ada di lokalisasi tersebut. Para mucikari ini merupakan warga setempat. “Sekarang ini, kami fokusnya adalah pada mucikari yang nota bene merupakan warga setempat. Kami akan koordinasi dengan Dinas Sosial, PKK, dan Dinindagkop untuk membekali mereka dengan keterampilan,” katanya.
Dirinya juga berharap, dengan adanya penertiban penyakit masyarakat, ke depan dapat merajut Lasem sebagai Kota Tua, yang tak lagi ada praktik esek-esek. Kemudian, dirinya juga berharap, Lasem bisa bersih dari sampah dan tertib administrasi desa.Pihaknya juga akan mengantisipasi kemungkinan pergeseran para PSK ke titik lain di wilayah Kecamatan Lasem. Meskipun sinyal itu belum ditangkap, tetapi ia tetap siaga. “Ke depannya, kami akan terus memantau selalu kondisi tempat tongkrongan tersebut, agar tidak ada lagi muncul praktik serupa,” pungkasnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler