Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Selama pembukaan, pengunjung dan tamu undangan menikmati berbagai hiburan, di antaranya karawitan yang juga memainkan gendhing ladrang ginunjing, tari gambyong, fashion show batik dan fashion show kostum pengantin.

Selain hiburan tersebut,  pemandangan unik juga terlihat di sebelah timur dan barat pintu masuk Balai Kartini. Panitia memberikan space  khusus kepada sejumlah orang atau komunitas nginang.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar). Pasalnya Kartini Fair merupakan event yang pertama kalinya terselenggara di Kabupaten Rembang yang seolah-olah seperti menggaungkan semarak Hari Kartini di Rembang.

Hafidz berharap, kreatifitas tersebut terus dilakukan dalam upaya mengembangkan sektor pariwisata. Seperti diketahui, pariwisata merupakan salah satu program unggulannya bersama wakilnya Bayu Andriyanto.
Sebagai tempat perjuangan RA Kartini, Rembang harus memperlihatkan jejak dan perjuangan RA Kartini agar bisa menginspirasi generasi muda. Momentum ini akan terus dikembangkan untuk mewujudkan visi misi yang ada di RPJMD.Kepala Dinbudpar Rembang Dwi Purwanto mengungkapkan, event yang digelar sampai tanggal 11 April mendatang memang dikemas berbeda, salah satunya terdapat stand yang dekorasinya seperti pesta pernikahan. Dinbudpar juga mendatangkan komunitas nginang dari warga Desa Ceriwik Lasem, sebagai bentuk upaya pelestarian budaya dan tradisi lokal.“Kemudian kita ada stand dari guru-guru seni yang ada di Rembang dengan karya seni lukis tentang objek wisata di Rembang. Jadi nanti kita bisa melihat ada lukisan warung kopi, lontong tuyuhan, klenteng, Omah Londo dan lainnya,” tuturnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler