Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari data yang ada, selama tahun 2016, sedikitnya terjadi 15 kasus kematian ibu, sedangkan kematian bayi mencapai 106 kasus. Jumlah tersebut meningkat jika dibanding dengan jumlah kasus yang terjadi pada tahun 2015 sebanyak 8 kasus untuk angka kematian ibu, dan 134 kasus kematian bayi.

“Memang angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten rembang menjadi PR tahunan bagi kami, sehingga target pada tahun ini kami bisa menekan kembali angka kematian ibu dan bayi minimal 8 angka di kematian ibu dan 100 di kasus kematian bayi,” ujarnya.

Selain kematian ibu dan bayi, pihaknya mengaku bahwa penyebaran penyakit menular di Rembang juga menjadi poin PR DKK Rembang. Menurutnya, penyakit menular semacam DB, hepatitis, Tuberculosis (TB), dan lain sebagainya.

"Angka pengidap AIDS akibat virus HIV di Kabupaten Rembang tiap tahunnya juga meningkat. Bahkan, saat ini, jumlah pengidap penyakit AIDS di Rembang mencapai 35 persen dari jumlah penduduk," paparnya.Dia menambahkan, jumlah tersebut tergolong masih sangat tinggi. Oleh karena itu penting bagi DKK untuk bisa menekan penyebaran virus HIV di Rembang, mulai dari penanganan kasus, pengobatan hingga rehabilitasi bagi para pengidap perlu dilakukan secara merata,”Sementara itu, pihaknya juga berharap pada tahun 2017 ini, derajat kesehatan di wilayah Rembang semakin meningkat. Termasuk upaya penekanan angka kasus kematian ibu dan bayi, menghentikan jalur penyebaran penyakit menular dan penanganan secara intensif bagi pengidap virus HIV/AIDS.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler