Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Modusnya adalah, pengunjung diiming-imingi hadiah atau voucher yang bernilai ratusan hingga jutaan rupiah. Seperti halnya yang dialami Eni Dwi Saputri, warga Kelurahan Leteh, Kecamatan Rembang.

Ia menceritakan, pada Minggu (9/4/2019) ia bersama keluarga berkunjung ke acara Kartini Fair. Ketika melewati salah satu stand peralatan rumah tangga, dirinya bersama suami ditawari untuk belanja oleh sales promotion girl (SPG) yang menyebut dari PT Global Healty.

“Sebelum mereka menawarkan barang, kami ditawar sebuah hadiah yang terlebih dahulu diundi. Setelah dikocok undian tersebut, ternyata kami disebut memperoleh hadiah voucer senilai Rp 500 ribu,” ujar Eni.

Setelah itu, katanya, dirinya dan suami mengaku tanpa sadar kemudian mengeluarkan uang Rp 5.970.000 untuk membayar salah satu produk yang ditawarkan sales tersebut. Dengan uang sebesar itu, dirinya, mendapatkan barang berupa penyaring air.
Lebih lanjut, sales tersebut katanya menjanjikan, jika produk yang sudah dibeli itu bisa ditukarkan kembali di salah satu swalayan di Pati pada 15 April mendatang. Tak hanya itu, dirinya juga dijanjikan sebagai model majalah milik PT. Global Healthy, yang bakal terbit setiap hari serta digaji Rp 2 juta setiap harinya.“Saya baru sadar ketika sudah tiba di rumah. Setelah itu, saya lihat di media sosial ramai membahas ada penipuan di stand yang sama saya datangi ketika itu. Karena sudah ramai di mendsos, saya kemudian mendatangi lokasi stand, dan ternyata di sana sudah ramai mempertanyakan kejelasan ke pegawai yang jaga stand dan akhirnya kami putuskan untuk melaporkan dugaan penipuan ini ke polisi,” ungkapnya.Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka menyampaikan, jika sejauh ini, pihaknya sudah menerima tiga aduan terkait adanya dugaan penipuan yang terjadi di salah satu stand di ajang Kartini Fair.“Saat ini sudah ada 11 orang dar pegawai maupun SPG stand yang dimaksud untuk dimintai keterangan,” ungkapnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler