Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dengan ditemani Wakil Bupati Bayu Andriyanto dan istri Vivit Bayu Andriyanto, mereka terlebih dulu diajak menikmati makanan khas Rembang seperti lontong tuyuhan, mangut, dumbeg dan lainnya persis di halaman depan workshop milik Santoso.

Setelah menikmati sajian makanan khas Rembang, mereka melihat para perajin yang semuanya perempuan sedang membatik. Tak cukup melihat, mereka berduapun mencoba menggoreskan canting di atas kain mori yang dibatik.

Lisa, istri dari bintang film Nicky Tirta itu terlihat lebih piawai jika dibanding dengan Gloria. Seolah menjadi pembatik handal, keduanya juga meniup ujung canting yang telah dicelupkan ke dalam malam yang dipanaskan.

Saat dimintai tanggapan seusai mencoba membatik, mereka mengaku cukup kesulitan. Lisa yang memang sebelumnya pernah sekali membatik, namun hanya menulis namanya saja itu, mengakui para pembatik sangat hebat karena mampu mengubah lembaran kain yang polos menjadi kain yang luar biasa.

“Kan aku baru pertama kali ini untuk mewarnai, ternyata lilinnya puanas banget. Habis itu tahapan membatik untuk menjadikan kain polos menjadi kain yang bener-bener sesuai kita mau itu nggak gampang,” ujarnya.

Dia melanjutkan, batik tulis Lasem yang memang murni batik tulis memiliki kesulitan tinggi. Karena belum tentu lingkaran di setiap sisi bisa sama.
Sementara itu, Gloria menilai membatik itu sangat seru dan butuh perjuangan. Pembatik menurutnya sama seperti seniman dan batik dinilai suatu karya seni yang memang membutuhkan waktu yang cukup lama.“Kebetulan saya suka seni dan ayah saya juga seniman. Batik bisa dikatakan karya seni yang tidak bisa dinilai dengan uang, bagus sekali dan detail. Dan ada nilai perjuangannya karena panas-panas dari lilin (malam) itu,” ungkapnya.Seusai membatik, keduanya juga melakukan sesi foto bersama dengan para perajin. Kemudian dilanjutkan dengan memilih batik yang dijadikan oleh-oleh mereka saat pulang.Sebelum meninggalkan lokasi, Lisa yang juga presenter di salah satu televise swasta itu juga mewawancarai Wabup Bayu Andriyanto. Dan dalam sesi wawancaranya itu, wabup memanfaatkannya untuk mempromosikan berbagai potensi di Rembang agar bisa diketahui pemirsa televisi di seluruh Indonesia.Seperti halnya produk khas lain dari Rembang, yakni kawis, durian ceriwik dan beberapa potensi objek wisata.“Saya berharap, produk dan potensi lokal tersebut mampu menjadi daya ungkit ekonomi, yang dampaknya memberikan penghasilan bagi masyarakat,” pungkasnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler