Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Tak sedikit pula warga yang disambangi pengamen ini menolak. Namun terkadang, ada pula pengamen yang tersinggung ketika tidak diberi uang, bahkan marah-marah karena hal itu.

Sebenarnya ada beragam cara yang bijak dan halus untuk menyikapi pengamen tersebut. Seperti halnya yang dilakukan salah satu warga Rembang ini. Meti (28), warga Desa Pandean RT 2 RW 2 Kecamatan Rembang ini mempunyai cara yang bijak untuk menolak pengamen yang datang ke rumahnya.

Caranya, di dinding depan rumahnya, dirinya menempelkan sebuah kertas yang ditulisi “NGAMEN GRATIS!!! KECUALI LAGU INDONESIA RAYA.”
Dirinya mengaku, rumahnya yang berjarak sekitar 20 meter dari jalan Pantura tersebut, dalam sehari bisa didatangi pengamen sebanyak 5 hingga 10 kali. “Berapapun dikasih, sebenarnya mereka ini mau, tapi kalau dalam sehari sampai 5 hingga 10 kali kan, bikin kita terganggu,” ujarnya.Dengan cara yang dilakukan tersebut, menurutnya cukup efektif. Cara itu, katanya, juga secara tidak langsung untuk menolak kehadiran pengamen yang setiap hari muncul di depan rumahnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler