Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sebagai rasa syukur, paguyuban pedagang pasar menyelenggarakan acara malam boyongan atau pindahan yang juga diisi dengan pengajian. Acara ini digelar di halaman pasar, pada Jumat  (278/4/2017) malam.

Di malam boyongan tersebut, dihadiri Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto serta undangan lain. Tak hanya itu, KH Maimoen Zubair juga hadir untuk didaulat memberikan ceramah dan memimpin doa.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan, pembangunan Pasar Sarang merupakan bukti dari komitmen pemkab dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga, dengan desain semi modern, banyak masyarakat, baik dari Rembang sampai warga Tuban bisa menjadi pelanggan di Pasar Sarang.

"Pemkab telah membangun Pasar Sarang dengan fasilitas kios,los,lesehan dan los khusus untuk pedagang ikan. Semuanya gratis, kemudian pedagang mengembangkan sendiri dengan menyekat los seperti ruko-ruko kecil ya tidak apa-apa," ujarnya.

Dengan adanya fasilitas itu, harapannya para pembeli akan merasa nyaman, karena los pedagang ikan disendirikan. Dengan demikian, pembeli kain dan lainnya tidak terganggu oleh bau amis ikan.
"Saya juga meminta masyarakat untuk bersabar dalam hal pembangunan maupun perbaikan jalan. Karena pembangunan tidak bisa serta merta langsung bisa dilaksanakan. Harus bertahap, karena proses maupun keterbatasan anggaran," ungkapnya.Sementara itu, Khoirul Soleh salah satu pedagang Pasar Sarang mengaku sangat bersyukur akhirnya bisa menempati pasar baru setelah hampir satu tahun berjualan di lokasi sementara di lapangan lama Desa Sumbermulyo. Terlebih, bangunan pasar sangat bagus dan diperkirakan akan lebih banyak pembeli yang datang."Mungkin semua pedagang sangat bersyukur, karena bangunan yang baru ini kelihatan menarik untuk pembeli.Kami punya harapan kedepan jualan kami bisa ramai dan lancar," tandasnya.Perlu diketahui, di sektor perdagangan tahun 2016, Pemkab Rembang merehab beberapa pasar tradisional menjadi pasar semi modern. Seperti halnya, Pasar Lasem dengan anggaran Rp 1,9 miliar, Pasar Pandangan dengan biaya Rp 5,33 miliar, Pasar Pamotan dengan dukungan anggaran Rp 2,76 miliar dan rehab total Pasar Sarang menelan anggaran Rp 9,36 miliar.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler