Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Perwakilan paguyuban nelayan cantrang Rembang Suyoto mengutarakan, hingga saat ini para nelayan rata-rata belum mengganti alat tangkap ke jaring gillnet.

"Kalau tak keliru, hingga saat ini baru ada tiga kapal nelayan yang berganti alat tangkap. Pergantian alat tangkap di ketiga kapal itu, sejak tahun 2016 lalu, hingga kini belum selesai dimodifikasi," katanya.

Sementara itu, ia juga mengatakan, bahwa masalah klasik mengenai permodalan masih menghinggapi para nelayan. "Hingga saat ini, permasalahan permodalan masih menghantui para nelayan cantrang. Belum lagi, untuk mendapatkan alat tangkap yang direkomendasikan pemerintah seperti gillnet, masih tergolong sulit," paparnya.

Menurutnya, ketersediaan alat tangkap hingga saat ini masih dikeluhkan oleh para nelayan. "Untuk mengganti alat tangkap, saat ini saya inden dari luar Rembang, itupun belum ada kabar kapan barang itu datang. Malahan saat ini saya membeli jaring gillnet bekas seharga 900 juta dengan kondisi 80 persen," ucapnya.Diketahui, untuk harga jaring gillnet sendiri, per 1 pcs seharga Rp 10 juta. Sedangkan yang dibutuhkan perkapal, rata-rata 100 pcs. Jika dihitung, untuk membeli alat tersebut, pemilik kapal harus mengeluarkan biaaya sekitar Rp 1 miliar.Kemudian, besaran biaya yang harus ditanggung oleh para nelayan, dinilai sangat memberatkan. Hingga saat ini, bantuan keuangan yang ditunjuk oleh pemerintah, melalui PT Perindo disebut nelayan Rembang, belum ada kejelasan.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler