Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Siapa bilang kita untung besar. Justru malah peternak merugi karena harga sapi paling di kisaran 43 ribu/kg. Bahkan kini harganya turun menjadi Rp 39 ribu/kg,” ujar Sahid, salah satu ketua kelompok peternak sapi di Dusun Pentil, Desa Gunungsari, Kecamatan Sahid, Rembang.

Dirinya mengatakan, meski ada kenaikan harga daging di pasaran, namun, dari pihak jagal tetap tidak mau membeli sapi dari petani dengan harga tinggi. Padahal, katanya, dari pihak jagal, bisa menaikkan harga sesuai permintaan pasar.
Selain itu, dirinya menduga, turunnya harga sapi dari petani juga dipengaruhi dengan adanya daging impor yang dilakukan pemerintah.  "Saya kemarin itu tahu ada daging impor yang sudah dikemas bagus di Pasar Pati. Kalau tidak keliru itu per kilonya Rp 80 ribu. Namun saya tak paham apakah itu daging sapi atau daging kerbau. Apakah ini juga ada di Rembang atau tidak, kami belum survey,” katanya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler