Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Serangan siber "ransomware" yang menginfeksi komputer secara global. Serangan siber bersifat tersebar dan masif, serta menyerang critical resource atau sumber daya sangat penting, yang bisa dikategorikan teroris siber.

Di Indonesia sendiri, dikabarkan aktivitas pelayanan di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta Barat, Minggu (14/5), lumpuh.Kelumpuhan tersebut disebabkan adanya serangan siber "ransomware" yang menginfeksi komputer secara global. Pun demikian, hal ini terjadi juga di Rumah Sakit Harapan Kita.

Terkait adanya serangan virus itu, hingga saat ini Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Rembang belum menerima laporan adanya lembaga dan instansi di wilayahnya yang terkena serangan virus ransomware WannaCry.

Kepala Diskominfo Rembang Andi Dimyanto menjelaskan, sejak adanya intruksi mendadak dari kementerian, pihaknya langsung menginformasikan kepada masyarakat melalui media sosial.

"Sejak adanya pengumuman dari kementerian, kami langsung melakukan sosialisasi melalui sosial media karena sifatnya mendadak," jelasnya.

Sementara itu, ia mengutarakan bahwa sejauh ini tak ada gangguan yang berarti terhadap pelayanan yang ada di Kabupaten Rembang. Baik itu pelayanan pemerintahan dan kesehatan, seperti rumah sakit."Dii Kabupaten Rembang ini, ada dua instansi yang dinilai rawan terhadap setiap serangan virus siber itu. Yaitu Kantor Kominfo sendiri, dan satunya lagi Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Rembang. Dan dua kantor ini akan kita pantau terus," bebernya.Meski sedikit menghawatirkan, pihaknya mengaku tak mempermasalahkan hal itu. Andi mengimbau, pengguna operating system, utamanya Microsoft Windows mewaspadai virus yang satu ini. Cara yang paling umum untuk menginstal virus adalah melalui email dan situs web yang disusupi. Sebagai contoh, hacker akan mengirim email phishing yang meminta korban untuk membuka tautan. Tapi sebenarnya, tautan itu adalah link menuju situs berbahaya yang diam-diam mendownload virus ke komputer calon korbannya.Cara terbaik untuk melindungi diri dari serangan ini adalah, jangan mudah percaya terhadap email mencurigakan. Kunci pertahanan lainnya adalah dengan memasang program antivirus di komputer yang bisa memindai file sebelum diunduh, memblokir instalasi rahasia, dan mendeteksi malware yang mungkin sudah ada di komputer.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler