Gara-gara Rebutan Ember, Rukhani Tewas di Tangan Keponakan
Edy Sutriyono
Selasa, 12 Juli 2016 11:24:57
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Salah satu kakak korban Djusnadi mengutarakan, peristiwa pembunuhan itu terjadi Selasa pagi sekitar pukul 06.30 WIB. "Gara-garanya sepele, karena rebutan ember atau timba air sumur yang ada di belakang rumah,” ujarnya.
Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, pagi itu korban sedang menggunakan ember untuk menimba air, dan pelaku yang merupakan keponakannya sendiri ketika itu meminta ember tersebut, namun oleh korban tidak diberikan, dan akhirnya terjadi adu mulut. Karena emosi, kemudian pelaku mengambil pisau dan menusukkan pisau tersebut ke leher korban.
“Untuk luka tusukan yang ada di tubuh korban, kalau tidak keliru ada 6.Yakni bagian rusuk kiri, dada kanan dan kiri, leher dan dagu atas serta dagu bawah. Yang mengetahui peristiwa ini pertama kali adalah korban, yakni Endang, sedangkan pelaku langsung melarikan diri dengan membawa tas,” imbuh Djusnadi.
“Untuk luka tusukan yang ada di tubuh korban, kalau tidak keliru ada 6.Yakni bagian rusuk kiri, dada kanan dan kiri, leher dan dagu atas serta dagu bawah. Yang mengetahui peristiwa ini pertama kali adalah korban, yakni Endang, sedangkan pelaku langsung melarikan diri dengan membawa tas,” imbuh Djusnadi.
Sementara itu, Kepala Desa Hadipolo Wawan Setiawan menuturkan, jika korban tercatat tidak memiliki suami dan anak. Korban juga mengalami gangguan bicara. “Kalau bicara agak terbata-bata. Sementara itu,pelaku juga tidak pernah bersosialisasi dengan warga dan memang temperamentalnya tinggi. Selain itu, pelaku diketahui selama ini pekerjaannya sebagai pengamen," ujarnya.
Editor : Kholistiono



