Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Salah seorang rekan korban M. Barudin mengatakan, peristiwa tersebut berawal ketika dirinya bersama korban dan empat rekan lainnya pergi ke Rahtawu untuk menghabiskan liburan dengan menikmati eksotisme alam di Rahtawu.


“Kami berenam, termasuk korban bermaksud berwisata di Kalibanteng. Karena, penasaran dengan keindahan alamnya, kami kemudian memutuskan untuk memanjat tebing bersama-sama dengan ketinggian sekitar 15-20 meter,” ujarnya.


Menurutnya, ketika memanjat tebing itu, di bagian bawah tebing terdapat tali untuk berpegangan, namun, semakin ke atas tidak ada talinya. Namun, korban mendaki duluan, masih berupaya untuk mencapai bagian atas. Nahas bagi korban, yang terpeleset dan jatuh ke bawah.


"Sihab terpeleset dan jatuh ke bawah. Kepalanya terbentur batu, tubunya berguling ke sungai yang ada di bawah. Meski demikian, dia tidak terjebur, hanya kepalanya yang terendam di sungai," paparnya.


"Sihab terpeleset dan jatuh ke bawah. Kepalanya terbentur batu, tubunya berguling ke sungai yang ada di bawah. Meski demikian, dia tidak terjebur, hanya kepalanya yang terendam di sungai," paparnya.

Mengetahui rekannya jatuh, kemudian, dirinya bersama salah satu rekannya bernama Umar kemudian berupaya memberikan pertolongan. Namun, dirinya dan Umar juga ikut terpeleset. Beruntung, mereka bisa berpegangan, sehingga tidak jatuh ke bawah.

Sementara itu, Kasi Umum Polsek Gebog Ipda Sudiro menyampaikan, jika peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. “Dari informasi, enam pemuda itu termasuk korban merangkak naik untuk melihat pemandangan. Ketika mendaki, korban terpeleset dari ketinggian 15 hingga 20 meter, yang mengakibatkan korban tewas. Di tubuh korban juga terdapat luka di pelipis kirinya. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Gribig untuk dilakukan pemerikasan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler