Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Masyarakat Sejarawan Indonesia Kabupaten Rembang Edi Winarno mengutarakan, bentuk rumah joglo warga Rembang itu berbeda dengan rumah warga Jawa Tengah lainnya.”Rembang ini, secara geografisnya sangat dekat dengan Jawa Timur, karena memang perbatasan. Di samping itu, Rembang juga merupakan daerah pesisir seperti halnya Jawa Timur,” ujarnya.


Ia katakan, untuk tinggi joglo rumah khas Jawa Tengah berkisar 5 hingga 6 meter. Sedangkan di Rembang hanya mempunyai tinggi 3 meter. "Bila kita analisa dengan saksama, mengapa joglo Rembang lebih rendah, sebab, Rembang itu pesisir. Angin di daerah pesisir itu sangat kencang. Sehingga joglo rumahnya juga dibuat agak rendah. Dikhawatirkam, saat ada angin yang bertiup kencang, maka akan bisa membayahayakan penghuni rumah,” katanya.


Tidak hanya di Rembang,  di wiyalah Pati bagian pesisir terlebih bagian timur juga mempunyai bangunan yang sama dengan Rembang. Selain menyesuaikan keadaam alam, Rembang juga sangat dekat sekali dengan daerah Jawa Timur. "Rumah di Rembang, juga ada sedikit kultur Cina. Yakni bentuk wuwungan (samping joglo) juga tidak terlalu tinggi. Namun wuwungan itu berbentuk datar menjorok ke bawah," imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News