Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Dalam kurun waktu lebih kurang tiga pekan, omzet penjualan pernak-pernik tujuh belasan ini mencapai belasan juta. Menurutnya, aksesoris peringatan kemerdekaan RI tersebut dipasok dari Jawa Barat. Dia datang bersama beberapa pedagang lainnya yang tersebar di Rembang. "Saya berjualan di Rembang sekitar 20 hari. Yakni mulai dari akhir Juli hingga 17 Agustus atau hari H ini saja," katanya.


Dalam kurun waktu tersebut, omzet yang didapatkan mencapai Rp 11 juta. Nantinya, omzet itu akan disetorkan ke pihak pemodal dan dipotong untuk biaya hidup selama di Rembang. “Nantinya akan saya setorkan ke bos sekitar Rp 7 jutaan, biaya hidup selama di Rembang Rp 1 jutaan dan laba bersih yang saya dapat sekitar Rp 3 jutaan," terangnya.


Meski demikian, omzet yang didapatkan tahun ini cukup menurun dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sebab, tahun sebelumnya, dirinya bisa mengantongi laba bersih sebesar Rp 6 jutaan."Penjualan di tahun ini menurun drastis. Yakni hanya bisa menjual sebanyak 30 kodi, dan hanya mengantongi laba bersih sekitar Rp 3 juta. Sedangkan ditahun lalu, saya bisa menjual lebih dari itu, dan laba bersih yang kita kantongi bisa hingga Rp 6 jutaan," ucapnya.


Editor : Kholistiono

 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler