Naiknya Harga Rokok Disebut Bisa Picu Tingginya Angka Kriminalitas
Edy Sutriyono
Jumat, 26 Agustus 2016 17:36:46
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Jika hal itu terjadi, maka dikhawatirkan akan berdampak terhadap tingginya angka kriminalitas. “Tentunya kenaikan harga rokok bisa berimbas ke mana-mana.Salah satunya yakni bisa menimbulkan tindakan kriminal. Karena apa, nanti bisa ada PHK besar-besaran terhadap buruh rokok. Dengan begitu, buruh akan sulit untuk mendapatkan pekerjaan, sehingga, dikhawatirkan muncul tindakan-tindakan kriminal, karena situasi ekonomi yang sulit,” ujar Sukono, petani tembakau asal Desa Kerep, Kecamatan Sulang, Rembang.
Selain itu, dirinya juga mengatakan, bahwa kenaikan harga rokok itu nantinya akan bisa membuat para pekerja atau kuli tidak akan semangat kerja."Saya yakin para pekerja atau kuli bangunan atau kuli apa saja tidak akan semangat kerja. Sebab yang membuat semangat para pekerja atau kuli itu ialah rokok. Misalkan saja, ada pekerja tidak dikasih rokok, maka mereka tidak akan semangat," imbuhnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



