Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kasat Reskrim Polres Rembang AKP Eko Adi Pramono mengatakan, pemeriksaan CCTV di RSUD dr Soetrasno bisa saja untuk penguat data. Sehingga, ketika memang nantinya diperlukan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.

“Bila CCTV diperlukan untuk penguat data, maka kita juga akan meminta rekaman tersebut kepada pihak rumah sakit. Sebelumnya, dari pihak PLTU dan wartawan juga sudah kami mintai keterangan di Polres,” ujarnya.

Namun demikian, polisi dimungkinkan akan mengalami kendala jika akan untuk memeriksa CCTV tersebut. Sebab, CCTV yang terpasang di rumah sakit, ketika ada insiden dugaan kekerasan terhadap wartawan itu, sedang dalam kondisi rusak.Kepala RSUD dr. Soetrasno Rembang Agus Setiyo HP membenarkan, jika CCTV di area UGD rusak sebelum adanya insiden dugaan kekerasan dan intimidasi terhadap wartawan saat meliput korban kecelakaan kerja PLTU yang dibawa ke RSUD dr Soetrasno."Iya, CCTV itu memang rusak mulai tanggal 4 Agustus 2016 silam. Dan ketika adanya insiden pada 18 Agustus lalu, CCTV itu masih rusah, dan sekarang juga masih dalam proses perbaikan," ungkapnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler