Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sujati yang kini bekerja sebagai security di SMAN 1 Kragan ini berharap agar pemerintah pusat maupun daerah bisa memberikan perhatian yang lebih serius lagi kepada para atlet maupun olahragawan saat berprestasi maupun setelah mereka tidak lagi berprestasi.

"Yang terjadi saat ini adalah seperti dalam peribahasa, 'habis manis sepah dibuang' untuk para atlet atau olahragawan. Saat berprestasi, perhatian pemerintah sangat berlebih. Begitu tidak lagi berprestasi, perhatian itu terus berkurang dan hilang," kata Sujati.

Menurut warga asal Sumber Gayam, Kecamatan Kragan, Rembang, salah satu penyebab menurunnya atau putusnya regenerasi atlet berprestasi saat ini, antara lain belum ada jaminan terhadap kehidupan atlet pada masa depan.
Dirinya, katanya, merupakan salah satu atlet yang kurang bernasib baik. Meski pernah meraih prestasi di level internasional, dirinya sempat berpindah-pindah kerja. Di antaranya di KONI Batang dan Blora untuk membina atlet panjang tebing.“Ketika itu pemerintah daerah dari luar Rembang memberikan kesempatan dan memberikan fasilitas untuk saya. Namun, ketika saya kembali ke kampung halaman, perhatian dari pemerintah masih cukup minim,” ungkapnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler