Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Semula, pihak keluarga beberapa waktu lalu mengatakan jika Kasrin akan pulang dari ibadah haji pada hari ini Selasa (27/09/2016). Namun, ternyata ada perubahan, karena kepulangan Kasrin dari haji ditunda hingga pekan depan.

Kabar kepulangan Kasrin pada 4 Oktober nanti, disampaikan Eko Winarto, tetangga Kasrin yang juga perangkat desa setempat. "Saya dapat kabar kepulangan Mbah Kasrin itu nanti  4 Oktober 2016. Kabar itu saya dapat dari Rasman, adiknya Mbah Kasrin yang pekerjaannya juga sebagai tukang becak," ucapnya.

Menurutnya, jika kepulangan Kasrin nanti pada 4 Oktober, maka hal itu juga bebarengan dengan jemaah haji Rembang lainnya. Namun demikian, dirinya tidak bisa memastikan hal itu. “Kalau jam berapa saya kurang paham,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Kasrin merupakan tukang becak yang biasa mangkal di kawasan Kecamatan Lasem. Kasrin, pada tahun ini ikut menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Pria ini berangkat pada Rabu (24/08/2016) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB.

Namun, keberangkatan Kasrin menunaikan haji ini, justru membuat heboh warga sekitar, karena dinilai sangat aneh. Sebab, Kasrin tidak pernah mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah haji, dan juga tidak pernah mengurus administrasi untuk keperluan haji, baik dari tingkat desa atau lainnya.

Warga sekitar pun, katanya, tidak pernah melihat Kasrin mempersiapkan diri dengan mengikuti pelatihan manasik atau bimbingan lain tentang haji yang dilakukan pemerintah. Bahkan, dari pihak pemerintah desa juga tidak pernah mengetahui itu.Siswoyo, salah satu perangkat Desa Sumberejo, yang juga ikut mengantar keberangkatan Kasrin mengaku heran. “Ketika dalam perjalanan ikut mengantar Pak Kasrin, saya diselimuti kebingungan dengan keberangkatan Pak Kasrin menunaikan ibadah haji. Sebab, selama ini memang tidak pernah mengurus administrasi apapun di tingkat desa untuk keperluan naik haji, dan belum lagi jika dilihat secara kasat mata mengenai perekonomian keluarga yang makin membuat saya bingung,” katanya.Dirinya mengatakan, yang ikut mengantar kepergian Kasrin ketika itu cukup banyak. Setidaknya ada tiga mobil, yakni mobil jenis Kijang LGX, satu truk dan bus. Kemudian pengantar juga ada yang menggunakan sepeda motor sebanyak 10 unit.Menurutnya, keluarga dan tetangga mengantar Kasrin ke Masjid Jami’ Lasem, tempat berkumpulnya rombongan jemaah calon haji lain dari wilayah Rembang bagian timur yang menunggu jemputan bus. Rombongan calhaj yang berangkat malam itu tergabung dalam kloter 38.Lebih lanjut dirinya menceritakan, ketika berangkat tersebut, Kasrin juga tidak mengenakan seragam seperti halnya calhaj lain yang berangkat secara resmi. “Saat keberangkatan itu, Pak Kasrin itu tidak membawa seragam haji baju batik atau apapun. Namun dia hanya membawa kemeja putih, celana hitam, peci dan tas kecil saja. Inikan sangat aneh,” paparnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler