Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal tersebut, agar target pemerintah pada 2017 untuk menuntaskan program perilaku buang air besar sembarangan bisa tercapai. “Untuk di Rembang sendiri, saat ini, dari 294 desa dan kelurahan, ada 91 desa yang telah mendeklarasikan bebas dari perilaku BAB sembarangan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofi’i.

Katanya, untuk tahun ini, ada sekitar 85 desa yang akan menyusul diverifikasi kesiapannya dalam mendeklarasikan bebas BAB sembarangan. Sehingga pada 2017 nanti, dirinya yakin jika pada Rembang sudah bebas dari perilaku buang air besar sembarangan.

Untuk menunjang program tersebut, Pemda Rembang berharap, supaya setiap desa dipastikan sudah menganggarkan program tersebut melalui dana desa. Selain itu, pihak desa juga diperbolehkan untuk melakukan kerjasama dengan pihak swasta untuk mensupport program tersebut.

"Selain melalui dana desa, desa juga bisa bekerjasama dengan perusahaan yang ada. Baik itu melalui CSR perusahaan atau program perusahaan yang dinilai bisa memberikan peran penting terhadap lingkungan atau manfaat bagi warga," ujarnya.
Sebelumnya, pihaknya juga pernah mengungkapkan bahwa saat ini baru ada 91 desa di Rembang yang sudah menyandang status Open Defecation Free (ODF) atau bebas BABS. Sehingga saat ini masih kurang 203 desa dan kelurahan yang harus segera mendeklarasikan diri sebagai desa ODF.Dia menambahkan, tantangan terberat dalam mensukseskan Rembang sebagai kabupaten ODF pada 2017 berada di wilayah pantai. "Sebab Rembang memiliki panjang pantai lebih dari 62 kilometer yang masyarakatnya masih banyak yang memiliki budaya BABS," imbuhnya.Sementara itu, Sumarni, salah seorang warga Rembang dari Desa Kadiwono, Kecamatan Bulu, yang mendapatkan bantuan WC dari PT. Semen Indonesia mengatakan, sumbangan WC dinilai sangat bermanfaat."Karena sebelum ada WC kita sekeluarga buang air besar di bawah pohon pisang. Selain itu, terkadang juga baunya bisa sampai rumah ketika ada angin bertiup," tambahnya. Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler