Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Menurutnya, ada sekitar seribu hektare lahan pertanian palawija yang terdapat di tiga kecamatan di Rembang. Yakni di Kecamatan Pamotan, Sarang dan Kragan. Sebagian besar, tanaman palawija tersebut, kini baru berusia 2 bulan.

“Jika melihat kondisi curah hujan yang tinggi seperti ini, bisa dimungkinkan berdampak terhadap perkembangan tanaman palawija kurang maksimal. Tentunya, hasilnya juga bisa menurun, dibanding pada musim tanam lalu,” ujarnya.

Ia katakan, untuk musim tanam sebelumnya, untuk satu hektare lahan pertanian yang ditanami palawija bisa menghasilkan sekitar 1,5 ton, dengan harga jual sekitar Rp 6 hingga Rp 8 juta. Namun, jika curah hujan tinggi seperti ini, dimungkinkan hasil panen bisa menurun hingga 800 kilogram per satu hektare.Untuk itu, dirinya berharap petani bisa membuat saluran air yang bagus, sehingga tanaman palawija yang ditanam tidak terendam banjir, sehingga mengakibatkan hasilnya nanti tidak maskimal dan bahkan petani bisa merugi.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler