Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Roni (38) salah seorang pemilik pengolahan ikan jenis pindang mengatakan, jika tahun-tahun sebelumnya dirinya bisa memproduksi sekitar 5 ton bahkan lebih untuk setiap harinya, kini, pihaknya hanya bisa memproduksi sekitar 3 ton per hari.

Menurutnya, lesunya pengolahan ikan tersebut dipengaruhi beberapa faktor. Di antaranya, populasi ikan, khususnya ikan pindang di laut sudah mulai berkurang. Bahkan, untuk bisa membawa ikan dengan jumlah yang sesuai, nelayan harus melaut hingga sepekan. Padahal sebelumnya, nelayan cukup melaut dua hari untuk mendapatkan tangkapan ikan sebanyak yang dihasilkan selama satu pekan tersebut.

“Untuk dua tahun terakhir ini, memang tangkapan ikan, khususnya pindang mulai menurun. Mungkin saja, karena adanya sistem penangkapan ikan yang menggunakan cantrang, sehingga ikan yang kecil-kecil ikut habis juga,” ujarnya.
Selain itu, menurutnya cuaca yang juga turut mempengaruhi kelangkaan ikan. Sebab, dengan cuaca yang cukup ekstrem akhir-akhir ini juga berdampak terhadap nelayan tidak berani melaut.Lebih lanjut ia katakan, untuk produksi pengolahan ikan, dirinya biasanya mengeluarkan biaya hingga Rp 20 juta lebih. Biaya tersebut, untuk membeli ikan dan membayar buruh dan operasional lainnya. “Untuk pemasaran sendiri, biasanya sudah ada pengepul yang ambil. Di antaranya dari Semarang, Wonosobo dan Malang,” ungkapnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler