Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sebab, sebagian warga di tempat ini, masih memiliki kebiasaan untuk buang air besar di pinggir pantai. Sehingga, hal itu berdampak terhadap kesehatan warga dan juga kebersihan di sekitar pantai desa setempat.

Untuk itu, pemerintah desa berupaya agar warga memiliki kesadaran untuk tidak lagi buang air besar sembarangan. Hal yang dilakukan pemdes setempat, di antaranya adalah dengan membuat toilet umum di beberapa titik di desa tersebut.

Sekretaris Desa Kabongan Lor Rembang Mohammad Syamsu Komarudin mengatakan, untuk saat ini, di desanya sudah ada empat lokasi toilet umum, salah satunya di RT 02. “Sejak lima tahun lalu, kita sudah membuat fasilitas toilet umum. Dengan keberadaan toilet umum ini, kita berharap masyarakat bisa memanfaatkannya dan tidak lagi BAB sembarangan,” ujarnya.

Untuk memberikan kesadaran mengenai pentingnya tidak BAB sembarangan, pihaknya juga terus mensosialisasikan program Stop BABS. Dengan hal tersebut, secara perlahan, tumbuh kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan jamban ketika BAB, bukan di pinggir pantai.“Selama ini, kami terkadang secara diam-diam keliling pinggir pantai untuk melihat kondisi di pinggir pantai. Dan terkadang memang masih banyak sampah, pembalut dan kotoran manusia akibat BAB sembarangan. Biasanya, kalau begini, kami mengajak warga untuk bersama-sama bergotong-royong membersihkan pinggir pantai dan mengajak masyarakat untuk tidak lagi BAB sembarangan,” katanya.Dirinya juga mengatakan, jika pemerintah desa tetap menganggarkan untuk pembuatan jamban bagi warga kurang mampu. Dengan hal ini, warga nantinya bisa memiliki jamban dan tidak lagi BAB di pinggir pantai.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler